"BONEKA BUAT ALYSA"

Penulis: El

teddy bear


Cerita ini berkisah tentang seorang pria yang ingin memberikan hadiah kepada pacarnya yaitu boneka beruang yang selama ini ia inginkan ,tetapi rencana sang pacar berubah karena sesuatu hal.



Hhhhhh entah sejak kapan aku menjadi gila. Apa karena aku dan Layla sudah tidak bersama lagi? Kenapa aku menjadikan wanita sebagai mainan, padahal ayahku seorang ustad dan anaknnya malah berperilaku seperti sampah.

Tapi aku akan bercerita sedikit tentang hubunganku dengan seorang wanita yang lebih muda dariku 8 tahun. ia adalah Alysa umurnya 21 tahun.

Suatu hari saat aku di rumahnya,
" Lis, ke kamar yu aku ngantuk." aku merangkul pundaknya dan bersandar di bahunya.
" Ahhh Di, ini kan rumahku kok kamu yang mau tidur sihh? " Alysa marah dan melepaskan rangkulanku.
" Kamu jahat banget sih sama pacar sendiri,yang minta temenin di sini kan kamu gara2 kamu takut ga ada siapa siapa di rumah. aku dari tadi ngantuk tp aku kasian cewekku sendirian." aku memakai jaketku dan segera membuka pintu.

" Loh di kamu mau ninggalin aku? kamu jahat banget sih di kamu ga pernah ngertiin aku sebagai cewek kamu? " Alysa mulai menangis.
" Jangan nangis yaa aku gajadi pergi dehh maaf ya aku salah aku temenin kamu aja disini ya." aku memeluk Alysa dan rasa kesal mulai memenuhi pikiranku.
" Di kamu mau tidur? tidur aja yuk aku juga ngantuk." Alysa menarik dan memelukku menuju kamar.

Entah apa yang mengelabui pikiranku. badannya memang tidak bagus ia agak gendut tapi menurutku karna ia tinggi ia menjadi tidak terlalu gendut.
" Dii aku gendut gak sih? "
" Gak kok sayang.."
" Kamu boong yah di.. kata temen cowkku aku gendut."
" dah jan banyak bacot ah ngantuk nih."
Aku terlalu kesal dengannya sampai aku berkata kasar dan menyakiti hatinya.

" Di udah kamu pergi aja lah aku malas mau tidur."
Alysa menarik selimut yang kupakai dan saat itu aku benar benar kesal.
" Yasudah lah aku pulang. kita besok gausah ketemu aku juga Malas liat kamu! "

Besok adalah hari 2 tahun kita. aku ingat sekali ia menginginkan sebuah boneka beruang besar. jadi aku besok akan memberikannya kejutan.

Sekarang pukul 7 malam dan ia tidak mengabariku. aku khawatir dan segera ke rumahnya untuk memberi kejutan. saat kulihat di depan pintu, aku lihat ada sepasang sepatu laki2 berukuran agak besar. ternyata saat kubuka pintunya, tidak dikunci jadi aku segera masuk ke rumah dan memanggil pacarku.
" Alysa kamu di mana? lis? " aku segera pergi ke lantai 2 ke kamarnya.
Saat kulihat ia sedang bercinta dengan pria lain
" Hei Apa apaan kamu !" aku memukul pria itu dan Alysa menangis
" Dii jangan dii maaf jangan pukul dia di aku yang salah maaf dii!" aku segera memukulnya dan membawa mereka berdua ke rumahku. Saat itu hujan deras dan memang aku kejam, pacarku yang tanpa busana itu kutarik ke dalam bagasi mobil, mungkin kalau dia bangun dia akan sesak nafas karna boneka beruang juga berada disitu bersamanya.

Aku menarik mereka berdua ke gudang dan mengikat mereka di kursi dengan tali.
Tak lama Alysa terbangun, mungkin karna aku tidak memukulnya terlalu keras.
" Ahh aku di mana? Di kamu apain aku Di lepasin Deyon dia ga salah Di !" Alysa menangis nangis dan memohon padaku.
" kau tahu seberapa cintanya aku dama kamu? kamu tau hari ini tanggal berapa? kamu liat di sudut ruangan. ada boneka yg kamu mau aku udah bawa buat kamu aku rela nabung dan ga ikut ke gunung sama kawanku demi kamu. demi cewe Kaya kamu. dasar pelac*r" aku mengambil sebuah rokok dan menyalakannya.
" Hh aku rela ga merokok demi menikah sama kamu. aku rela ga makan enak sama kawanku demi ajak kamu makan dan nonton ke cafe yang kamu mau. aku rela ga beli baju baru buat lebaran demi beliin kamu baju lebaran yang baru. aku rela ga ajak teman temanku makan saat ulang tahunku hanya untuk mengajakmu bermain ke Bali Lis, kamu ga pernah berterima kasih kah? Bahkan aku ga pernah denger kamu ngomong Makasih ke aku selama ini. Aku bukan pembantu atau supir kamu. aku calon suami kamu! "

Aku mendekatinya yang semakin keras menangis. aku mengeluarkan asap rokok tepat di depan mukanya dan berkata.
" kamu mau tau rasa sakit hatiku seperti apa? kalau dibandingkan dengan ini..." aku menyundutkan rokok itu pada dadanya.
" Jauh lebih sakit dari ini Lis." ia berteriak terus dan menahan sakit.

aku menendang kursinya ke sudut ruangan dan menarik pria brengsek itu di depannya sejauh 2 meter.
" Kamu sayang sama dia Lis ? dia selingkuhan kamu? "
aku mengambil sebilah pisau dan mengiris bagian pipi si Deyin Deyin itu.
darah mengalir dari pipinya dan rasanya itu adalah kesenangan tersendiri bagiku. setiap tetes darah yang mengalir membuat adrenalinku menegang dan rasanya sangat enak. aku menikmati darah yang membasahi telapak tanganku.

" Di kamu bakal masuk neraka di aku sumpahin kamu! "
" Cup cup.. jangan gitu dong. yang bakal masuk neraka itu kamu karna 1. selingkuh 2. bercinta dengan lelaki lain sebelum menikah 3. menyumpahkan orang. anggap saja aku sebagai malaikat yang sedang menghukum orang berdosa! "
Aku mengambil palu dan memukulnya pada kepala Deyon.
" Krkkk... "
" Ahhhh Lis kamu pernah gak senyaman ini huh? suaranya sangat enak didengar Lis rasanya kaya kamu sedang bercinta bersama pria yang memiliki buah yang sangat besar! Hahahahaha " aku melihat kepala Deyon. agak remuk. aku merasakan darah mengalir deras dalam kepalanya. rasanya seperti kamu sedang bercinta dengan seorang yang kamu sayangi. sangat membahagiakan.
" Di Jangan Di ! " Alysa sudah seperti orang gila. menangis dan memohon padaku dengan mukanya yang semakin buru rupa.
" Eh lis tahu tidak? kemarin aku buat rumah rumahan buat keponakanku. tapi Bor dan gergajiku rusak jadi kemarin baru saja aku beli lagi? kamu mau lihat kehebatan mereka tidak...? aku mau pamer barang mahal Ya Lis, selagi ada barang tidak terpakai. kita coba pada hewan yang satu ini."
aku mengambil gergaji dan bor yang baru saja kubeli kemarin. aku menyalakan bor itu dan kagum atas benda yang memutar itu.
" Ahh membayangkannya saja membuatku nyaman Lis. Apalagi kalau DICOBA! " aku mengebor kepala Deyon dan tulangnya rapuh dalan hitungan detik. darah keluar dari lubang itu dan membasahi dahi juga rambut Deyon.
"Ahhhh Lis aku ga pernah senikmat ini. darahnya dingin, membasahi tanganku enak. sekali."
Aku mengambil gergaji dan melepaskan Baju hewan itu.
" Lis kamu tau ga hukuman buat cowok yang bercinta dengan wanita sebelum menikah? "
" Dii jangan dii aku sayang sama ka-"
" cup cup cup basi basii jangan banyak bacot ya. telat lu ngomong gitu juga. Pelac*r dasar!"

Apa yang kulakukan setelah itu? Aku memotong burung yang tidak bisa terbang itu dengan rasa bangga. kemenangan kuraih dengan cepat dan teriakan itu membuatku bergairah. seakan akan kamu sedang dibawa ke dalam dunia fantasi yang sangat menyenangkan. Ahhh andai saja kulakukan ini setiap hari mungkin aku bisa menjadi orang paling bahagia di muka bumi ini.
" Srkk srkk.. krk.."
bunyinya sangat enak didengar. aku terlalu semangat untuk itu sampai aku melihat gergaji hampir sampai di ujung.
" Ahh Lis aku ga akan memotong ini semuanya. kasihan kan dia kalau bangun kaget ga punya apa-apa. gimana kalau sekarang kamu lis? "
aku tersenyum dan mengusap kepalanya. apa yang kulakukan?

Aku mengebor kedua buah dadanya dan darah keluar dengan deras. apa yang ia lakukan? ia berteriak teriak sangat kencang. menangis dan menendang nendang lantai. wajahnya sangat kasihan. aku gatau kenapa aku sejahat ini. aku melepas bor itu dan menatapnya dengan sedih dan kecewa.
" Lis maafin aku ya.."
" Happy Anniversary yang ke 2 tahun sayang.. "
aku melihat ternyata burung yang tidak bisa terbang itu sudah jatuh di lantai. mungkin karna tadi tinggal sedikit jadi tak sengaja ia jatuh. aku mengambilnya dan menaruh di atas paha Alysa.
" Nih Lis buat kamu. Boneka burung yang BESAR. maaf ya kalau bujan boneka beruang, aku kasihnya boneka burung aja biar boneka beruangnya aku kasih ke anak jalanan aja. kasian mereka kedinginan."

Aku mengambil boneka beruang itu. menutup pintu. menguncinya. membiarkan mereka membusuk ber 2 di dalam. Pintu itu tidak kubuka selama 1 bulan. kau tahu apa? Pria itu mungkin tidak sakit karna ia tidak sadar saat kusiksa. dan ia sudah mati sejak aku mengebor kepalanya. tapi Alysa? ia sakit. tidak mengenakan busana dan ia kedinginan. ia berdiam di kamar bersama mayat busuk yang bau. ia tidak makan dan minum. jadi? menurutmu bagaimana? ia mati secara perlahan bukan? Krkkk... Krkkk... Krkkk...