"Room For One More"

Penulis: Unknow

masih ada satu ruang lagi


Cerita seram ini menceritakan tentang betapa beruntungnya seorang wanita dalam hidupnya, baik dibidang pekerjaan ataupun yang lain



Seorang wanita baru saja diterima sebagai salah satu pegawai di sebuah gedung perkantoran besar. ia sedang berjalan menuju tempat kerjanya suatu hari saat sebuah mobil jenazah berwarna hitam melaju pelan disisinya. hal ini membuatnya merasa gugup sekaligus penasaran, ia melirik kesamping dengan sangat hati-hati.

sang supir mendongakkan kepalanya keluar dari jendela dan memanggil si wanita dengan suara berat dan parau;

"apa kau butuh tumpangan ?"

wanita tersebut menoleh dan terkejut setengah mati. wajah si supir hancur tak berbentuk dan sungguh menyeramkan, kulitnya begitu pucat dan salah satu matanya terletak lebih tinggi dari yang lain.
ia menunjuk kearah peti mati dibelakangnya dan bilang;

"masih ada tempat untuk satu lagi"

ketakutan dengan sosok mengerikan si supir, wanita tersebut menolak tawarannya dan segera berlari menuju kantor tempatnya bekerja. sepanjang hari ia tak dapat berhenti memikirkan tentang pria aneh dalam mobil jenazah tadi.

malam menjelang dan tibalah saat bagi si wanita untuk pulang, ia merasa lega dan mulai membayangkan rumahnya yang nyaman. wanita tersebut sedang berada di lantai sembilan saat ia menunggu di depan lift. pintu lift terbuka dan ia menyadari bahwa lift sedang dalam keadaan penuh sesak. ia sedikit ragu untuk masuk kedalam sebelum mendengar seseorang berkata padanya;

"apa kau yakin tidak ingin ikut ?" tanya suara parau yang ia kenal.
"masih ada tempat untuk satu lagi"

si wanita tercekat, ia melihat pria di mobil jenazah tadi berdiri didalam, menatapnya dengan mata yang membelalak. wanita tersebut mundur beberapa langkah dan dengan gemetar berkata;

"k-kupikir aku akan lewat tangga saja"

pria menakutkan itu hanya diam dan menatap si wanita saat pintu lift perlahan tertutup.

si wanita baru saja hendak menuruni tangga saat ia mendengar suara jeritan diikuti dentuman yang memekakan telinga. ia bergegas menuju lantai bawah dan mendapati lift sebelumnya telah jatuh dan seluruh penumpang didalamnya mati dengan cara yang begitu mengenaskan.